Annisya Rosdiana-ITK IPB 46
Lahir di Cianjur, Kuliah di Bogor, Tahun 2011 di Jepang
 
 
bagaimana aku belajar?
Posted on Maret 30th, 2011 at 3:29 am by Annisya Rosdiana

Saat ini banyak orang yang tersesat dalam ilmu yang dangkal, tetapi dengan sombongnya ia menesatkan orang lain. Beberapa orang belajar untuk memahami kehidupan, namun yang ia pelajari hanya kulit-kulit terluarnya. Tapi, yang fatal adalah dengan ilmunya itu ia merasa jadi orang yang paling baik.

Beruntunglah orang-orang yang rendah hati, yang senantiapa menyembunyikan pemahamannya dengan diam-diam memahami orang lain. Walau ia tau yang lainnya berada di jalan yang salah, ia tetap dengan dakwahnya, yakni dakwah dengan kesabaran memahami orang lain. Ia secara tersembunyi membantu orang lain keluar dari kesesatan. ia memberikan petunjuk ke jalan yang lurus dengan cara yang damai. Ia menjadikan duka sebagai pembelajaran. Ia jadikan kesulitan sebagai tantangan dan peluang untuk jadi lebih baik. Ia adalah………

sang pembelajar….

persiapan penelitian
Posted on Desember 10th, 2010 at 2:14 am by Annisya Rosdiana

Insya Allah, sebentar lagi tim ekspedisi ITK 46 akan melaksanakan penelitian di sebuah danau di kawasan IPB. Alat yang akan digunakan adalah fish finder. Dengan menggunakan alat ini, kita dapat menyingkap misteri di balik danau itu.

Semoga ekspedisi kami berjalan lancar.

Mohon do’a dan Restunya.

Puasa Justru Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Posted on Agustus 13th, 2010 at 9:54 pm by Annisya Rosdiana

dari: http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/13/130001-puasa-justru-meningkatkan-daya-tahan-tubuh

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ramadhan telah tiba, umat Islam menyambutnya dengan gembira. Pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, sebagai salah satu rukun yang wajib di jalani.

Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Selain meningkatkan aspek rohani, shaum juga meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati.

Secara biokimia sel yang ada dalam tubuh kita dilihat dari segi reproduksinya terbagi dua, yaitu meosis dan mitosis. Meosis terjadi pada sel reproduksi 1 sel membelah jadi 4, sedangkan Mitosis terjadi untuk berbagai jenis sel dari ujung rambut ujung kaki dengan proses pembelahan sel 1 menjadi 2, 2 jadi 4 dan seterusnya.

Karena jumlah sel dalam tubuh kita miliaran maka adanya kerusakan sel dalam tubuh dan perlunya penggantian suku cadang. Tetapi, proses pembelahan sel tidak selalu berjalan mulus dan teratur karena banyaknya gangguan. Ternyata dengan shaum kondisi ini bisa dicegah.

Selama kondisi shaum tubuh kita memerlukan banyak energi, tetapi karena tidak makan dan minum maka sumber energi yang dipakai berasal dari glikogen di dalam hati, juga lapisan lemak di belakang kulit kita. Dengan banyaknya pemakaian cadangan energi dalam tubuh menyebabkan proses pembelahan sel berjalan serentak dan banyak.

Namun proses ini pun masih dapat terganggu apabila energi cadangan ini untuk keperluan lain, misalnya marah-marah. Karena energi untuk pembelahan sel dimanfaatkan untuk melampiaskan hawa nafsu. Ini salah satu hikmah mengapa selama bulan shaum kita harus menahan marah.

Proses penggantian sel ini juga membutuhkan waktu, lamanya penggantian suku cadang secara menyeluruh dari ujung rambut ke ujung kaki sekitar 30 hari. Ini juga hikmah lain mengapa shaum dijalankan selama satu bulan gunanya memberikan waktu yang cukup bagi terjadinya regenerasi sel secara sempurna.

Dengan satu bulan penuh kita menunaikan shaum ramadhan dengan benar dan baik, secara ruhani Allah menjanjikan kita bersih seperti bayi yang baru lahir, selain itu juga secara fisik kita melakukan peremajaan sel dalam tubuh kita.

Red: Budi Raharjo

[Eco-Festival] Indonesia EcoFest @ Sentul City (31 Juli-1 Agustus)
Posted on Juli 27th, 2010 at 10:19 pm by Annisya Rosdiana

dari http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4075584

Atas permintaan dari Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, dan beberapa sponsor, Indonesia EcoFest dilaksanakan tanggal 31 Juli-1 Agustus 2010.

* * INDONESIA ECOFEST 2010 * *

31 Juli – 1 Agustus 2010 @ Sentul City
HTM : FREE

Dalam rangka memperingati Hari Bumi tanggal 22 April dan Hari Lingkungan hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Indonesia Ecofest didesain untuk membangun kesadaran segenap masyarakat untuk mulai beraksi menyelamatkan bumi. Telah diselenggarakan dibeberapa Negara di Dunia yang peduli terhadap Pentingnya lingkungan. Indonesia EcoFest ini adalah event EcoFest pertama di Indonesia!

Festival ini menargetkan untuk melibatkan semua elemen masyarakat dimulai dari keluarga, pelajar mulai dari tingkatan SD, SMP, SMA , & mahasiswa, pemerintah dan kalangan bisnis. Ecofest ini akan dihadiri pengunjung sebanyak 20.000-50.000 orang.

Rangkaian Acara
1.Eco-Tour Sepeda Sehat & Kompetisi Olahraga Ekstrim
Sepeda Sehat : Akan dikemas sebagai acara bersepeda sehat untuk lebih memasyarakatkan kegiatan bersepeda. Sepeda sehat ini akan membuat lomba dan penghargaan khusus kepada komunitas sepeda atau kelompok terbaik. Sepeda sehat juga akan membagikan door prizes kepada para peserta.
Kompetisi Olahraga Ekstrim : Berbentuk Mini Olympic. Ada pun yang dilombakan adalah BMX, Skateboard, Cross country bike, Roller skate dan Street futsal. Setiap pertandingan memperebutkan juara 1,2 dan 3.

2.Eco Camping & Permainan Anak
Peserta yang mengikuti camping akan mendapatkan edukasi dan games-games tentang lingkungan. Berbentuk Jambore di alam terbuka. Tenda dapat dibawa sendiri oleh peserta/keluarga atau disewa pada panitia Ecofest. Ecofest memberikan kesempatan perusahaan/institusi untuk dapat berpartisipasi untuk memberikan materi edukasi atau games kepada peserta Ecofest ini.
Ecofest ini juga akan memberikan lomba menggambar dan melukis kepada peserta camping mengenai isu-isu lingkungan.

3.Eco Product Exhibition & Bazaar
Pameran : Diikuti oleh perusahaan-perusahaan sponsor yang peduli terhadap produk-produk hemat energi dan ramah lingkungan (eco-friendly products) dan perlengkapan olah raga (extreme sports).

Bazaar : Diikuti oleh unit-unit usaha kecil menengah yang dapat memenuhi kebutuhan seluruh peserta yang hadir terutama yang menginap. Ecofest mendorong produk-produk makanan/minuman organik/sehat.

4. Eco-Music Concert
Diikuti artis dan band-band ternama Indonesia. EcoFest akan menjalin kerjasama dengan live musik dari stasiun TV swasta. Ecofest juga akan menjalin kerjasama dengan perusahaan atau instansi yang berkomitmen untuk mengembangkan band-band indie sebagai wahana menyalurkan bakat kreatif kaum muda.

Pendukung EcoFest
Kementrian Kehutanan Republik Indonesia
Kementrian Pertanian Republik Indonesia
Kementrian Lingkungan Hidup
Pemerintah Daerah setempat
Lembaga-lembaga nasional dan internasional yang peduli terhadap lingkungan
Media elektronik, cetak dan online
Perusahaan-perusahaan yang berkomitmen mengembangkan prestasi anak bangsa di bidang olahraga dan musik
Perusahaan-perusahaan yang berkomitmen mengembangkan kegiatan usaha kecil masyarakat/UKM
dan lain-lain

Pertanyaan
Bila merasa kurang jelas dan ada detail yang ingin ditanyakan, silahkan kirim pertanyaan kepada masing-masing koordinator:

  • Edi Pamungkas (Eco Tour Sepeda Sehat) : 021 96861818
  • Trianto (Eco Festival Recycle) : 021 99051183
  • Thomas (Eco Camping) : 021 97124661
  • Rudi (Ion challenge) : 021 93747332
  • Ika (Eco Music Festival) : 021 97509760
  • Anto (Eco Exhibition & Bazar) : 021 96375900
Fakta dan Data tentang Hutan
Posted on Juli 27th, 2010 at 10:02 pm by Annisya Rosdiana

dari http://redd-indonesia.org/fakta-data/

Tutupan Hutan1

  • Luasan total hutan di dunia yakni sekitar 4 milyar hektar, yang mewakili hampir 30 persen dari masa lahan bumi.  Sekitar 56 persen dari hutan tersebut berada di kawasan tropis dan subtropis.
  • Tutupan hutan tidak tersebar secara merata. Hanya tujuh negara yang memiliki hampir sekitar 60 persen tutupan hutan, 25 negara memiliki sekitar 82 persen dan 18 persen sisanya dimiliki secara proporsional oleh 170 negara.
  • Hutan tanaman besarnya sekitar 3,8 persen dari total seluruh kawasan hutan, atau sebesar 140 juta hektar.

Hilangnya Hutan2

  • Hilangnya luasan hutan di dunia diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta hektar per thaun untuk periode tahun 2000–2005.
  • Luasan ini mewakili penurunan untuk periode 1990–2000, dimana rata-rata laju deforestasi sebesar 8,9 juta hektar per tahun.
  • Luasan terbesar deforestasi terjadi di Amerika Selatan, sebesar 4,3 juta hektar per tahun, diikuti oleh Afrika dengan empat juta hektar per tahun.

Hutan dan Penghidupan

  • Lebih dari satu milyar orang sangat tergantung pada hutan sebagai mata pencaharian mereka. 3
  • Lebih dari 2 milyar orang, sepertiga dari populasi dunia, menggunakan bahan bakar biomas, terutama kayu bakar, untuk memasak dan menghangatkan rumah mereka.
  • Ratusan juta orang bergantung pada obat-obatan tradisional yang diperoleh dari dalam hutan. 4
  • Di 60 negera berkembang, berburu satwa dan mengambil ikan di lahan berhutan memberikan sumbangan lebih dari seperlima dari total kebutuhan protein masyarakat. 5

Hutan dan Ekonomi6

  • Pada tahun 2003, perdangan internasional untuk kayu gergajian, bubur kayu, kertas dan papan jumlahnya mencapai 150 milyar dolar Amerika, atau 2 persen lebih dari perdangan di dunia.  Dunia maju mencapai dua pertiga dari produksi dan konsumsi ini.
  • Di banyak negara berkembang, perusahaan berbasis hutan menyediakan setidaknya sepertiga lapangan pekerjaan bagi penduduk desa untuk bekerja di bidang non-pertanian dan memperoleh pendapatan melalui penjualan produk-produk  kayunya.
  • Nilai perdagangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) diperkirakan mencapai 11 milyar dolar Amerika.  Hasil hutan tersebut antara lain adalah tumbuhan farmasi/obat-obatan, jamur, kacang, sirup dan gabus.

Hutan dan Perubahan Iklim7

  • Diperkirakan bahwa setidaknya 1,7 milyar ton karbon dilepaskan per tahunnya akibat perubahan tata guna lahan.  Bagian terbesar adalah deforestasi dikawasan hutan tropis.
  • Deforestasi mewakili sekitar 20 persen emisi karbon dunia saat ini, yang persentasenya lebih besar dari emisi yang dikeluarkan oleh sektor transportasi dunia dengan penggunaan bahan bakar fosil yang intensif.
Jabar Siapkan Beasiswa untuk 1.200 Mahasiswa
Posted on Juli 21st, 2010 at 10:21 pm by Annisya Rosdiana

dari http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/05/29/117613-jabar-siapkan-beasiswa-untuk-1200-mahasiswa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan pada tahun 2010 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali meluncurkan Program Beasiswa kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal itu dilaksanakan guna mendorong peningkatan akses masyarakat Jawa Barat dalam mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Alokasi anggaran beasiswa yang disiapkan mencapai Rp 17,35 miliar untuk 1.290 mahasiswa PTN dan PTS. “Beasiswa yang diberikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu beasiswa satu siklus, beasiswa reguler dan program bantuan tugas akhir, dengan jumlah anggaran mencapai Rp 17,35 miliar untuk 1.290 mahasiswa PTN dan PTS di Jawa Barat,” ujar Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Bandung Jawa Barat, Sabtu (29/5).

Prosedural yang harus ditempun untuk Beasiswa Program Reguler ini, yaitu melalui pengajuan calon penerima beasiswa dari Kopertis IV Bandung maupun Kopertais Wilayah Jawa Barat dan Banten kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Untuk Beasiswa Program Reguler ini, mekanisme yang akan dijalankan melalui seleksi Proposal Tugas Akhir para mahasiswa, dengan salah satu indikator penilaian utama yaitu relevansi tema tugas akhir dengan upaya pencapaian 10 common goals pembangunan Jawa Barat.

Hmmmm, jadi inget masa lalu…..

Pada tanggal 10-10-2009,  ada sesosok pria yang menghampiri kamar saya di asrama melalui jendela (katanya sih karena kepepet). Namanya Rizal. Dia membawa dua carik kertas dan sebuah informasi. Kebetulan saya (orang yang dicarinya) tidak ada.

Dina, teman sekamar saya yang sedang tiduran di kasur tersentak kaget. Ada pria asing di jendelaaaa…!

Lalu Rizal celingukan dan bertanya, “Ini kamar no. 297?’

Mba Dew yang kebetulan sedang nonngkrong di dekat jendela menjawab
“wah, kamar sebelah itu 279 mas…. Kalo 297 bukan di lorong 1”

Lalu Rizal mulai bingung sebenarnya kamar yang dia cari itu 279 atau 297…?

(makanya kalo dapet amanah itu dengarkan instruksinya baik-baik..)

Dengan yakin Rizal menjawab, “Iya mungkin 279. Annisya Rosdiana ada?”

Dina yang mengambil alih percakapan mengatakan saya sedang tidak ada.

Di tempat lain……

[Saya sedang mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan, seperti membuat bronis ikan dan nugget ikan. Saya yang mendengar perkataan Teh Arin di telepon merasa penasaran. Arin hanya berkata, “Nyes, cepet pulang. Ada kejutan buat kamu…” Hati saya jadi resah dan gundah gulana]

Lalu saya pulang ke kamar..

TERKEJUT…! Semua orang memberi selamat. Heh? Siapa yang nikah…?

Ternyata eh ternyata, saya dapet formulir BEASISWA SIKLUS JAWA BARAT yang konon katanya bernilai….

XXXXX juta. Saya juga bingung bagaimana bisa saya mendapatkannya? Padahal seingat saya, saya hanya mendaftar beasiswa BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM).

Kembali saya bingung karena mengingat nilai akademik saya Di SMA ataupun nilai matrikulasi saya kala itu sedang-sedang saja. Saya makin tidak percaya…..

Ya Allah bangunkanlah hamba jika ini hanya mimpi…. (lebay!)

Saya terpesona melihat syarat yang harus saya lengkapi, BANYAK…! dan saya hanya diberi waktu dua hari. GOD..!

Ada banyak cerita yang mewarnai perjuangan saya memenuhi syarat beasiswa.

Hujan, TA,  ketinggalan bis, cek kesehatan di rumah sakit sambil diwawancara ini-itu sama perawat yang curiga dengan beasiswa saya, nyari-nyari dokter mata dari ujung ciawi sampe ujung kampus dalam tapi gak nemu juga, ngerjain laporan praktikum Archimedes di angkor, dal-lain-lain…. [NAAS lu nyes..]

Hikmah

Setelah mengetahui sebab-musebab kenapa saya mendapat beasiswa itu adalah karena saya seorang mahasiswa dari salah satu Fakultas Pertanian di IPB. SAya adalah mahasiswa FPIK jurusan Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK).

 

Oleh karena itulah, saya sangat bangga menjadi mahasiswa IPB jurusan FPIK dan saya bangga dengan ITK.

Saya bangga menjadi mahasiswa pertanian, saya cinta pertanian.

Saya cinta uang….(hheheh, becanda bos..)

Padang Bulan & Cinta di dalam Gelas
Posted on Juli 21st, 2010 at 9:01 pm by Annisya Rosdiana

Syalimah gembira.

Karena suaminya mengatakan akan memberinya hadiah kejutan. Syalimah tak tahan

”Aih, janganlah bersenda, Pak Cik. Kita ini orang miskin. Orang miskin tak kenal kejutan”

Mereka tersenyum

”Kejutan-kejutan begitu, kebiasaan orang kaya. Orang macam kita ni? Saban hari terkejut. Datanglah ke pasar kalau Pak Cik tak percaya”

Suaminya-Zamzami-tahu benar maksud istrinya. Harga-harga selalu membuat mereka terperanjat.

”Telah lama kauminta” kata suaminya dengan lembut

Syalimah kian ingin tahu. Waktu mengantar suaminya ke pekarangan dan menyampirkan bungkus rantang bekal makanan di stang sepeda, ia bertanya lagi, Zamzami tetap tak menjawab.

”Sudah bertahun-tahun kauinginkan, baru bisa kubelikan sekarang, maaf”

Zamzami meninggalkan pekarangan, namun kembali. Ia mengatakan ingin mengajak Syalimah melihat-lihat bendungan.

”Apa Yahnong tak kan bekerja?”

Yahnong, singkatan untuk ayah bagi anak tertua mereka Enong. Kebiasaan orang Melayu menyatakan sayang pada anak tertua dengan menggabungkan nama ayah dan nama anak tertua itu.

”Sudah lama aku tak memboncengmu naik sepeda”

Bendungan itu tak jauh dari rumah mereka. Dulu dipakai Belanda untuk untuk membendung aliran anak-anak Sungai Linggang agar kapal keruk dapat beroperasi. Sampai di sana, mereka hanya diam memandangi permukaan danau yang tenang. Tak bicara, seperti mereka dulu sering bertemu di situ.

Mereka pulang. Zamzami berangkat kerja. Syalimah tak memikirkan soal kejutan itu. Karena ia bahkan lupa pernah meminta apa dari suaminya. Delapan belas tahun mereka telah berumah tangga, baru kali ini suaminya akan memberi kejutan. Semua hal, dalam keluarga mereka yang sederhana, amat gampang diduga. Penghasilan beberapa ribu rupiah mendulang timah,cukup untuk membeli beras berapa kilogram, untuk menyambung hidup beberapa hari. Semuanya dipahami Syalimah di luar kepala. Tak ada rahasia, tak ada yang tak biasa, dan tak ada harapan yang muluk-muluk. Tahu-tahu, macam bakung berbunga musim kemarau, suaminya ingin memberinya kejutan.

Syalimah dan Zamzami berjumpa waktu pengajian ketika mereka masih remaja. Zamzami yang pemalu, begitu pula Syalimah, menyimpan rasa suka diam-diam. Zamzami tak pernah berani mengatakan maksud hatinya, dan Syalimah takut menempatkan diri pada satu keadaan sehingga lelaki lugu itu dapat mendekatinya.

Namun, lirikan curi-curi di tengah keramain itu kian hari kian tak tertahankan. Zamzami mengurangi kecepatannya menambah juz mengaji, padahal ia membaca Al-quran lebih baik dari ia membaca huruf latin. Tujuannya agar makin lama dapat berada di dalam kelas yang sama dengan Syalimah. Berulang kali ditanyakannya pada ustad hal-hal yang dia sudah tahu. Dibentak bebal, dia tersenyum sambil menunduk. Sedangkan Syalimah, berpura-pura bodoh membaca tajwid, dimarahi ustad, biarlah. Maksudnya serupa dengan maksud Zamzami. Semua taktik yang merugikan diri sendiri itu, jika boleh disebut cinta, itulah cinta.

Sungguh indah, atas saran ustad-lantaran mencium gelagat yang tak beres antara dua murid mengaji yang tak tahu cara mengungkap cinta itu-mereka malah dijodohkan orang tua masing-masing.

Sejak mengenal Zamzami, Syalimah tahu ia akan bahagia hidup bersama lelaki itu, meski, ia juga mahfum, ada satu hal yang harus selalu ia hindari: minta dibelikan apapun. Sebab lelaki baik hati yang dicintainya itu hanyalah lelaki miskin yang berasal dari keluarga pendulang timah. Namun Syalimah tak perlu dibelikan harta benda sebab Zamzami adalah harta yang paling berharga, melebihi segalanya. Lelaki itu amat penyanyang pada keluarga, sehingga Syalimah tak memerlukan harta apapun lagi di dunia ini.

Menjelang tengah hari, sebuah mobil pikup berhenti di depan rumah. Dua lelaki mengangkat benda yang dibungkus dengan terpal dari bak mobil itu dan membawanya masuk ke dalam rumah. Syalimah bertanya-tanya. Mereka tak mau menjawab.

”Malam ini ada pasar malam di Manggar, Mak Cik” kata salah satu lelaki itu sambil tersenyum.

Syalimah memandangi benda itu dengan gugup tapi gembira. Pasti benda itu yang dimaksud suaminya dengan kejutan. Rupanya sungguh luar biasa pengaruh sebuah kejutan. Sekarang ia paham mengapa orang-orang kaya menyukai kejutan. Kucing-kucingnya yang lucu melingkari benda itu, menggodanya untuk mendekat. Syalimah melangkah maju, namun di tengah jalan, ia ragu. Ia kembali ke ambang pintu.

Syalimah menertawakan kelakuannya sendiri karena keranjingan menikmati sensasi sebuah kejutan. Lalu ia berpikir, kejutan itu tak sanggup ia atasi dan terlalu indah untuk ia nikmati sendiri. Ia akan menunggu Enong, putri tertuanya itu, pulang dari ekolah. Mereka akan menikmati kejutan itu berdua. Tentu akan sangat menyenangkan.

Namun Syalimah tak tahan untuk segera tahu apa yang dibelikan suaminya untuknya, sedangkan Enong baru akan pulang sore nanti. Sesekali ia melongok ke arah benda yang misterius itu. Ia memberanikan diri dan melangkah pelan mendekatinya. Di depan benda itu jantungnya berdebar-debar. Ia memejamkan mata dan menarik terpal. Ia membuka matanya dan terkejut tak kepalang melihat sesuatu berkilauan………

(bersambung….. http://andrea-hirata.com/2010/07/11/mozaik-1-padang-bulan/)

Di mataku, ia tampak seperti pemberontak Germania yang takluk diperangi tentara Praetorian dalam film-film klasik Romawi. Ia terluka. Sabetan machete melintang di bawah ketiaknya. Luka yang dalam dan panjang, membuatnya tak dapat menegakkan tubuh dengan sempurna.
Jika ia mengangkat wajah, menyorot dua bola mata yang keruh. Alisnya serupa bulan sabit. Tatapannya ingin menelan. Kedua mata itu berbicara lebih lancang dari mulutnya, namun menyimpan rahasia yang dalam, seperti ada cinta yang juga terluka, hidup yang tersia-sia, dan dendam yang membara.
Rambutnya gondrong, tebal digulung angin laut beraroma garam, tak dapat lagi disisir karena telah kaku. Badannya yang besar dan tegap seakan menguasai seluruh warung. Penampilannya semakin ganjil, karena bahunya timpang. Konon karena ketika kecil ia membanting tulang seperti budak belian di bawah perintah pamannya yang kejam. Dari pamannya itulah ia mendapat semua keburukan dalam hidupnya, yang kemudian membawanya menjadi orang yang paling ditakuti di pasar pagi-termasuk kawasan seputar kantor pegadaian sampai ke Jalan Sersan Munir. Adapun wilayah depan Puskesmas sampai kantor pos, berada di bawah kuasa Daud si muka codet.

Tato penjara, centang-perenang di kedua lengannya. Tato di tangan kanan, seperti almanak. Menampakkan hari-hari agung yang ia lalui di balik kurungan. Yang terbaru, masih bulan lalu. Angka 7 terukir di situ. Pasti ia telah mendekam 7 hari, berikut nomor pasal yang ia telikung: 170. Itu tak lain pasal soal ketenteraman umum.

Setiap orang yang berpapasan, menjauh. Yang tak sempat menjauh, menunduk hormat. Yang melihatnya dari jauh, berbalik badan. Yang jauh sekali, tak tahu. Ia duduk sendiri. Tak ditemani siapapun kecuali seekor burung merpati yang tak henti dielus-elusnya. Jaraknya dariku terpisah tiga meja kopi.

Seorang begundal lain masuk ke warung, mengambil posisi dekat meja kasir. Ia jangkung dan kurus. Matanya jahat. Ia disusul seorang lain yang berbadan tegap. Berbahu landai dan bertangan panjang macam gorila. Kedua orang itu, dan sang penguasa pasar, dengan cermat menempatkan diri pada posisi untuk mengepungku. Pengunjung warung menyingkir. Takut terlibat atau menjadi saksi dari sebuah huru-hara. Aku mulai merasa, mengapa begitu bodohnya aku sampai berurusan dengan kaum bramacorah ini?

(bersambung…..http://andrea-hirata.com/2010/07/11/mozaik-3-cinta-dalam-gelas/)

Kampanye Lipat Sampah
Posted on Juli 21st, 2010 at 1:33 am by Annisya Rosdiana

Beberapa jam sebelum final Pemilihan duta Lingkungan Hidup IPB saya justru sibuk mengampanyekan “Lipat sampah jadi lebih kecil sebelum dibuang ke tempatnya.”

Saya mengampanyekan isu itu di saat teman-teman TPB 46 sedang rehat setelah melaksanakan TO Kalkulus. Seharusnya saya juga mengikuti TO itu. Tapi nampaknya kewajiban ini tidak bisa ditunda lagi…..

Tanggapan positif cukup banyak saya terima dari teman-teman. Saya berharap melalui kampanye ini saya bisa memberi pencerdasan pada mereka.

Perubahan besar harus diawali oleh perubahan semua orang. saya tidak bisa sendiri dalam menciptakan kebersihan. kita semua berperan penting dalam perubahan dunia….

Melipat Plastik….

MPKMB 47
Posted on Juli 20th, 2010 at 8:20 pm by Annisya Rosdiana

Tak terasa  sudah satu tahun berlalu saya melewati masa TPB. Masih saya ingat waktu dulu, tanggal 17 Agustus 2009, saya menjadi peserta  MPKMB 46. Kini saya sudah menjadi panitia MPKMB 47….. ^-^

Rapat Divisi Acara yang pertama dilaksanakan di sekitar GWW. Kami anggota Laskar Acara mulai merumuskan nilai-nilai yang akan ditanamkan pada mahasiswa angkatan 47.

Lalu diputuskanlah sebuah nama…..

Laskar inspirasi 47

“Bergerak nyata meraih prestasi karena kami adalah inspirasi”

yang insya Allah akan mewakili nilai yang akan kami tanamkan, yaitu:

SPOT : seven philosophies of tree

Akar                       : Agamis

Batang                  : Moral

Ranting                : Profesionalitas

Daun                     : Intelektual

Bunga                   : Empati

Buah                      : Enterpreneurship

Pohon                   : Cinta pertanian

dengan pembagian mahasiswa 47  ke dalam kelompok

PANJI                    : Kepemimpinan, kewirausahaan, kepekaan, kecerdasan, penggerak

Setiap Panji dibagi menjadi enam Laskar. jadi terdapat 30 Laskar di MPKMB 47. berbeda dengan MPKMB 46 yang hanya terdiri dari 25 Keluarga…

Kita akan menjadi keluarga besar di sini……

Lihat saja, panitianya juga banyak…..

Jadwal MPKMB 47

17 Agustus 2010 PraMPKMB

24 September 2010 MPKMB Hari I

25 September MPKMB Hari II

Rangkaian Kegiatan….

Rahasia doong…..

Tunggu aja biar surprise…

Don’t miss it.!

sampurasuun
Posted on Juli 19th, 2010 at 10:14 am by Annisya Rosdiana

Assalamu’alaikum Wrb.

moga ini ga dosa karena saat saya menulis ini saya sedang bertugas untuk membimbing adik-adik 47 untuk pelatihan web.